Kisah Munculnya Air Zamzam

Senin, 14 April 2014 06:22:13

Ibnu Harmalah menceritakan bahwa dia mendengar Said bin Musayyib berkata, “Ibrahim bersama Ismail dan ibunya datang ke Makkah, lalu Ibrahim berkata, ‘Makanlah kalian dari pepohonan dan minumlah dari mata air.’ Akan tetapi, ketika bumi telah menyempit, air pun berhenti mengalir, dan mereka mengalami kehausan.”

Maka ibunya berkata, “Naiklah kamu ke sana, sementara aku berdiam di lembah ini, agar aku tidak menyaksikan kematianmu dan begitu pun engkau tidak menyaksikan kematianku.” Lalu dia pun melakukannya.

Kemudian Allah menurunkan seorang malaikat dari langit kepada ibu Ismail. Ketika malaikat itu mendekatinya, dia menjerit histeris. Lalu malaikat itu pun terbang sambil mengibaskan sayapnya ke tempat Zamzam dan berkata, “Minumlah kalian.” Maka jadilah mata air yang mengalir, dan seandainya dia membiarkannya begitu saja niscaya akan tetap seperti itu.

Akan tetapi, karena dia merasakan kehausan yang hebat, dia meminumnya secara terus-menerus dan menggali parit untuk menampungnya. Lalu air pun surut. Demikianlah, setiap kali air menyurut, mereka terus-menerus menggalinya, hingga kemudian hancur dan dikubur oleh banjir. (Al-Fakihy: II/5).

Bebas dari kemunafikan
Diceritakan dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Merasa kenyang oleh air Zamzam adalah (pertanda) kebebasan dari kemunafikan.”

Abu Said menceritakan dari seorang Anshar, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Suatu tanda (yang membedakan) antara kita dengan orang-orang munafik adalah jika kita menimba air Zamzam, kita akan merasa kenyang olehnya. Sementara orang munafik tidak akan pernah merasa kenyang olehnya.”

Diceritakan dari Al-Waqidy, dari Tsaury, dari Mughirah bin Ziad, dari Atha’, bahwa Ka’bul Akhbar pernah membawa dua belas kantong air Zamzam ke negeri Syam. Dan menurut riwayat lain dikatakan bahwa dia pernah membawa bekal air Zamzam menuju negeri Syam.

Ibnu Abbas r.a. juga mengatakan bahwa Ali bin Abi Thalib r.a. pernah berkata, “Sebaik-baik sumber air di muka bumi ini adalah zamzam.” (Al-Fakihy: 11/45).

Makanan orang-orang Mukmin
Said bin Abi Hilal mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah mengirimnya ke Makkah sebagai mata-mata. Ketika itu dia bersembunyi dari siang hingga malam tiba, dia mendatangi Zamzam dan minum darinya. Hal itu berlangsung sampai beberapa malam.

Setelah dia kembali kepada Rasulullah SAW, beliau bertanya kepadanya, “Bagaimana hidupmu?” Kemudian dia bercerita kepada beliau bahwa dia mendatangi Zamzam lalu minum darinya. Rasulullah SAW pun bersabda, “Sesungguhnya dia (zamzam) adalah obat dari segala penyakit dan pengganti makanan.” (Al-Fakihy: 11/45).

Ubay bin Ka’ab RA pernah bercerita kepada Ibnu Abbas RA, katanya, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Semoga rahmat Allah meliputi Hajar, seandainya dia membiarkan Zamzam begitu saja niscaya ia menjadi mata air yang mengalir.” (Al-Fakihy: II/6). (www.jurnalhaji.com)

 

 

[1] 2 3 Last

Pengumuman


Assalamualaikum. Diberitahukan kepada seluruh umat Islam, terutama para jamaah haji untuk berdoa bersama, demi keselamatan bangsa Indonesia dari berbagai bencana yang terjadi. Terima kasih. Wassalam. Baca Selengkapnya

Galeri Poto

1

Kalender Hijriah

Rabiul Awal
3
Rabu
1439 HIJRIAH

Support


Marketing 1
Status YM

Marketing 2
Status YM

Marketing 3
Status YM

Jam Jakarta-Makkah

JAKARTA
MAKKAH

Statistik

Visitors :804445 Org
Hits : 1945826 hits
Month : 1011 Users
Today : 409 Users
Online : 11 Users

Login

Username
Password